Sejarah Ciri Arti Dari Bunga Magnolia Wikipedia

Bunga magnolia putih mekar di ranting pohon

Bunga magnolia putih mekar di ranting pohon

Sejarah dan Makna Bunga Magnolia

Bunga magnolia yakni bunga yang indah dan harum yang telah dihargai selama berabad-abad sebab keindahan dan simbolismenya. Bunga ini berasal dari genus Magnolia, yang mencakup sekitar 210 spesies flora berbunga.

Asal seruan bunga magnolia mampu ditelusuri kembali ke masa Pra-Kambrium, lebih dari 100 juta tahun yang kemudian. Spesimen fosil yang diawetkan dengan baik dari bunga magnolia primitif telah didapatkan di seluruh dunia.

Di Cina, bunga magnolia sudah dibudidayakan selama lebih dari 2.000 tahun. Bunga ini dikaitkan dengan kemurnian, keanggunan, dan demam isu semi. Dalam budaya Jepang, bunga magnolia melambangkan impian, keberuntungan, dan cinta.

Di Amerika Serikat, bunga magnolia dikaitkan dengan negara bagian Louisiana dan Mississippi. Bunga ini diketahui dengan nama “Bunga Magnolia Negara” dan merupakan bunga negara bagian kedua negara bab tersebut.


Sejarah ciri arti dari bunga magnolia wikipedia


Gambar bunga magnolia yang indah dengan kelopak putih dan benang sari kuning
Dalam sejarah yang tercatat, bunga magnolia sudah menarik insan dengan keindahan dan simbolismenya yang luar biasa. Tersebar di seluruh dunia, tanaman berbunga yang menawan ini memegang makna mendalam dalam aneka macam budaya sepanjang sejarah.

Di Tiongkok kuno, bunga magnolia dikaitkan dengan kehormatan, ningrat, dan keayuan. Selama Dinasti Ming, bunga ini menjadi simbol kejayaan kekaisaran dan acap kali digambarkan dalam karya seni sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran. Legenda Tiongkok juga mengaitkan bunga magnolia dengan cinta dan keberuntungan, sehingga menjadi bunga pernikahan yang terkenal.

Di Jepang, bunga magnolia dikenal selaku “hana-magnolia” dan melambangkan kekuatan, keberanian, dan keuletan. Bunga-bunga ini sering dipakai dalam upacara tradisional, seperti Festival Boneka, di mana mereka menghiasi rumah-rumah dan mewakili keinginan untuk kesehatan dan umur panjang anak wanita.

Dalam mitologi Yunani, bunga magnolia dikaitkan dengan dewi animo semi, Persephone. Dikatakan bahwa bunga-bunga ini mekar di dunia bawah sebagai pengingat keindahan dan kebahagiaan dunia di atas. Dalam keyakinan Nasrani, bunga magnolia sering kali dianggap sebagai simbol kemurnian, kesucian, dan harapan.

Selama era Victoria, bunga magnolia menerima popularitas di Amerika Serikat dan Eropa. Bunga-bunga ini menjadi simbol keanggunan, feminitas, dan cinta yang romantis. Wanita sering memakai bunga magnolia di rambut mereka atau menenteng buket bunga selaku tanda kasih sayang.

Pada kala ke-20, bunga magnolia menjadi simbol impian dan pembaruan. Setelah Perang Dunia II, pohon magnolia ditanam di banyak taman dan lanskap selaku pengingat kekuatan dan ketahanan. Bunga-bunga yang mekar membuktikan awal yang gres dan akad akan abad depan yang lebih baik.

Saat ini, bunga magnolia terus menjadi bunga yang populer dan dikagumi di seluruh dunia. Mereka dipakai untuk memperindah taman, taman, dan ruang publik, menghadirkan sentuhan keindahan dan makna simbolis. Arti mendalam yang mereka bawa dari aneka macam budaya memastikan bahwa bunga magnolia akan terus menarik dan memberi ide generasi mendatang.

Asal Usul Bunga Magnolia


Bunga magnolia bermekaran, lambang keindahan dan keanggunan yang telah menginspirasi cerita dan legenda selama berabad-abad
Asal-permintaan bunga magnolia yang elegan dan aromatik terbentang berabad-kala yang kemudian ke Tiongkok antik. Bunga-bunga ini, yang melambangkan keindahan, kehormatan, dan keuletan, sudah memegang kawasan istimewa dalam budaya Tiongkok selama lebih dari 1.000 tahun.

Penamaan ilmiah magnolia berasal dari Pierre Magnol, spesialis botani Prancis kala ke-17. Magnol mengakui keindahan dan keunikan bunga ini dan menamakannya dengan namanya sendiri. Dari Tiongkok, magnolia lalu menyebar ke seluruh dunia, memikat orang dengan aroma yang memabukkan dan keanggunan yang tak tertandingi.

Dalam mitologi Tiongkok, bunga magnolia dikaitkan dengan dewi Xuannu, yang diketahui alasannya budi dan kekuatannya. Bunga ini juga dikaitkan dengan animo semi, mewakili impian dan pembaruan. Selama Festival Qingming, orang Tiongkok mendatangi makam orang yang mereka cintai dan menaruh bunga magnolia sebagai tanda penghormatan dan ingatan.

Selain signifikansi budayanya, magnolia juga memiliki sifat obat. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kulit kayu magnolia sudah dipakai selama berabad-kurun untuk mengobati banyak sekali penyakit, termasuk malaria, diare, dan dilema perut.

Seiring waktu, genus magnolia terus berkembang, dengan lebih dari 200 spesies berlawanan yang ditemukan di seluruh dunia. Pohon magnolia mampu tumbuh subur di banyak sekali iklim, mulai dari kawasan tropis sampai sedang. Bunga-bunga mereka hadir dalam berbagai warna, tergolong putih, merah muda, kuning, dan ungu, masing-masing dengan daya tarik dan simbolisme tersendiri.

Hari ini, bunga magnolia terus dicintai alasannya keindahannya yang kekal dan makna simbolisnya. Mereka ditanam di taman, menghiasi jalan-jalan, dan dibudidayakan di seluruh dunia. Kehadiran mereka menenteng sentuhan keanggunan, mengingatkan kita pada asal-permintaan kuno mereka dan tugas penting mereka dalam budaya dan obat-obatan.

Perjalan Abad -17 Bunga Magnolia


Perjalanan Sejarah Bunga Magnolia yang Menawan Sepanjang Abad ke-17
Pada kala ke-17, bunga magnolia mengalami perjalanan penting yang secara signifikan mensugesti pandangan dan pengertian kita ihwal mereka.

Awalnya diketahui oleh masyarakat orisinil Amerika, magnolia pertama kali diperkenalkan ke Eropa pada tahun 1689 oleh Pierre Magnol, spesialis botani Prancis. Magnol mengklasifikasikan flora ini dalam genus Magnolia, dinamai sesuai namanya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya pada ilmu botani.

Penjelajah dan misionaris lalu menjinjing magnolia ke seluruh dunia. Pada tahun 1724, penjajah Amerika menjinjing Magnolia virginiana ke Inggris, di mana flora ini dengan segera menjadi terkenal di kelompok tukang kebun dan pecinta alam. Bunga-bunga besar dan harumnya yang khas menjadikan magnolia sebagai opsi yang diminati untuk menghiasi taman dan taman botani.

Seiring dengan penyebaran geografisnya, magnolia juga mengalami transformasi simbolis. Di Tiongkok, bunga magnolia menjadi simbol kemurnian, keanggunan, dan musim semi yang gres. Di Jepang, pohon magnolia dihargai sebab bunganya yang berumur pendek tetapi memukau, yang melambangkan sifat sementara kehidupan.

Dalam seni dan sastra, magnolia sering digambarkan sebagai simbol keindahan, kemewahan, dan harapan. Lukisan dan ukiran menggambarkan bunga-bunga yang lembut dan mewah , sementara penyair mengagumi keharuman dan keindahannya yang singkat.

Selain nilai estetikanya, magnolia juga digunakan untuk tujuan pengobatan. Ekstrak kulit kayunya dipakai untuk mengobati demam dan bengkak, sementara bunganya diyakini memiliki sifat sedatif dan antispasmodik.

Perjalanan magnolia pada abad ke-17 memperluas distribusi geografisnya, memajukan popularitasnya selaku flora hias, dan memperkaya makna simbolis dan pengobatannya. Melalui dampak penjajah, misionaris, dan seniman, magnolia menjadi bagian integral dari budaya dan lanskap di seluruh dunia.

Kesimpulan

Magnolia yakni genus flora berbunga dari keluarga Magnoliaceae, dengan sekitar 210 spesies yang didistribusikan di Amerika Utara, Amerika Tengah, Asia, dan Indonesia. Magnolia telah dibudidayakan selama berabad-era, utamanya di Tiongkok dan Jepang, di mana mereka dihargai sebab keindahan bunganya yang besar dan harum.

Ciri khas bunga magnolia mencakup:

Bentuk: Umumnya berbentuk mangkuk atau cangkir
Kelopak: 6-12 atau lebih kelopak besar, lebar, dan berlilin
Warna: Berbagai warna, termasuk putih, krem, kuning, merah muda, dan ungu
Aroma: Umumnya mempunyai aroma yang kuat dan elok
Ukuran: Diameter bunga dapat berkisar dari 5 hingga 40 cm
Waktu mekar: Sebagian besar spesies mekar di isu terkini semi atau awal demam isu panas, tetapi beberapa mekar di musim gugur atau isu terkini hambar

Bunga magnolia memiliki makna budaya dan simbolis yang beragam di berbagai masyarakat. Di Tiongkok, mereka dikaitkan dengan ekspresi dominan semi, pembaruan, dan kemurnian. Di Jepang, mereka melambangkan keindahan dan keanggunan. Sementara di Amerika Utara, mereka sering dikaitkan dengan pohon negara bagian Mississippi dan Louisiana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop

Jont Peter

Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!

Hi there! How can i help you?

Kolom Pesanan